News
Loading...

8 Prinsip Orang Minang yang Bikin Mereka Sukses

8 Prinsip Orang Minang yang Bikin Mereka Sukses
8 Prinsip Orang Minang yang Bikin Mereka Sukses
Hati den kanai kabaa juo, kabaa juo Hati den kanai kabaa juo,
kabaa juo Indak dapek musim manyiang,
yo tuan oi Musim manuai den nanti juo,
den nanti juo Musim manuai den nanti juo,
den nanti juo
Mudiak Arau – Ria Amelia

Seperti halnya dengan orang Jawa, tak sulit mengejar orang Minang di seantero nusantara. Di mana-mana terdapat orang Minang, entah membuka usaha atau menuntut ilmu. Hebatnya lagi mereka nggak melulu sekadar merantau aja, namun juga tidak sedikit dari mereka yang menorehkan prestasi. Dari jadi pengusaha kuliner yang sukses sampai menjadi mahasiswa berprestasi di kampusnya.

Kesuksesan orang Minang di ranah rantau ternyata tak begitu saja datang dari langit. Kegigihan dan prinsip hidup yang mereka pegang teguh, menjadi bekal untuk mereka guna memulai tahapan mencapai puncak sukses. Karenanya, kali ini agent88bet mengupayakan merangkumkan prinsip hidup orang Minang yang menciptakan mereka berhasil di perantauan.

1. Alam takambang jadi guru. Orang Minang percaya bahwa alam dan pengalaman ialah guru terbaik. Meski tak menimba ilmu sampai ke perguruan tinggi, mereka tetap dapat mereguk manisnya kesuksesan


Pepatah ini mengajarkan pada anda bahwa ilmu tak melulu diperoleh dari bangku kuliah. Bahwa latihan tentang kehidupan dapat diperoleh dari alam dan pengalaman. Tak ayal bila tidak sedikit pengusaha yang sukses walau tidak pernah mengecap edukasi tinggi. Salah satu contohnya ialah Basrizal Koto, konglomerat asal Minang yang punya belasan perusahaan dari sekian banyak  bidang, dari mulai pertambangan, media, sampai perhotelan. Mungkin Basko, panggilan akrab Basrizal, melulu mampu menuntut ilmu sampai jenjang sekolah dasar lantaran keterbatasan ekonomi, tapi tersebut tak kemudian menghentikan tahapannya untuk terus belajar. Terbukti, dia begitu gigih memperjuangkan mimpinya guna menjadi orang sukses laksana sekarang.

2. Adat Basandi Syarak, syarak basandi kitabullah. Pepatah yang mengajarkan untuk tidak jarang kali jujur dan mengedepankan kualitas. Nggak heran bila orang Minang gampang sukses dalam berbisnis
Nggak heran kalau tidak sedikit restoran Padang yang bertahan sampai puluhan tahun.

Orang Minang dikenal sebagai muslim yang religius. Peraturan adat mereka juga berpijak dari buku Allah – Al Quran. Karenanya orang Minang mempercayai bahwa untuk menjangkau kesuksesan, seseorang tak melulu harus keras berupaya tapi pun taat menjalani perintah agama. Begitu juga dalam urusan menjalani bisnis, siapa yang merealisasikan kejujuran dan menjujung tinggi kualitas, maka akan gampang meraih kesuksesan.

Kamu dapat melihat misalnya dari rumah santap Padang yang tersebar di seantero nusantara. Kejujuran, kedisiplinan, dan kualitas makanan yang juara menjadi kunci kesuksesan rumah santap Padang. Nggak heran kalau tidak sedikit rumah santap Padang yang dapat bertahan sampai puluhan tahun lamanya. Bahkan masih eksis hingga sekarang. Wah, patut guna ditiru nih, guys.

3. Dima Bumi Dipijak Disinan Langik Dijunjuang. Kemampuan beradaptasi orang Minang yang jempolan, mempermudah mereka dalam fleksibel bergaul di ranah rantau

Meski masih menjalin silaturahmi yang erat dengan sesamanya, orang Minang tetap menjalin persahabatan dengan kawan-kawan dari wilayah lain. Yup, keterampilan beradaptasi orang Minang memang jempolan. Kemana juga mereka merantau, mereka selalu berjuang untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Menghargai dan bahkan mengupayakan menyelami kebiasaan ranah rantau.


Misalnya saja mahasiswa Minang yang menuntut ilmu di Bandung, mereka tak segan guna belajar bahasa Sunda dan menerapkannya dalam pergaulan sehari-hari. Tak melulu itu, misal lainnya ialah para pengusaha rumah santap Padang yang membuka usaha di perantauan selalu berjuang menyesuaikan racikan masakan Padang mereka dengan selera penduduk wilayah tersebut. Layak banget guna ditiru guys.

4. Baraja ka Nan Manang, Mancontoh Ka Nan Sudah, bermakna jadikan mereka yang berhasil sebagai panutan dan memetik hikmah dari masing-masing kegagalan


Sedari kecil, orang Minang telah dididik guna menjadi individu yang tangguh dan berani menghadapi tantangan. Mereka pun diajari guna tidak ciut nyali saat mengalami kegagalan sebab selalu terdapat hikmah di baliknya. Maka dari tersebut kegagalan bukan dirasakan sebagai momok, yang seringkali merintangi orang untuk mengupayakan hal-hal baru. Padahal di tanah rantau, keberanian mengupayakan hal-hal baru ialah modal utama guna bisa sukses bertahan hidup. Adapun cerita sukses dari orang terdahulu, mereka jadikan panutan. Mereka nggak gengsi guna terus belajar dan berguru dari orang sukses.

5. Indak Ado Rotan Aka Pun Jadi, Indak Kayu Janjang Dikapiang. Orang Minang tidak jarang kali jeli dalam memanfaatkan peluang. Nggak heran bila anak mudanya juga aktif berkarya di ranah rantau


Kesempatan menuntut ilmu di ranah rantau dimanfaatkan dengan baik oleh semua mahasiswa Minang. Sebisa barangkali mereka tak melulu sekadar menuntut ilmu di bangku kuliah, tapi pun menorehkan prestasi. Tak melulu prestasi di bidang akademis, tapi pun di bidang lainnya.

Salah satu anak muda berdarah Minang yang berhasil berkarya di perantauan ialah Tulus. Yup, biduan berdarah Minangkabau kelahiran Bukittinggi ini telah mulai menyeriusi karirnya di bidang musik dari semenjak menjadi mahasiswa di Bandung. Saat ini, Tulus masuk dalam susunan penyanyi muda berbakat tanah air yang karyanya tidak jarang kali dinanti.

6. Takuruang Nak Dilua, Tahimpik Nak Diateh, bahwa kegagalan dapat kamu jadikan peluang. Ini barangkali yang menempa anak muda Minang guna nggak pengecut menghadapi kegagalan


Bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya disadari betul oleh orang Minang. Termasuk anak mudanya. Jadi, saat mereka baru kesatu kali menjajal bisnis dan merasakan kerugian, tak serta merta memundurkan tahapan mereka guna melanjutkan perjuangan mengarah ke kesuksesan. Nggak melulu dalam bidang bisnis aja, dalam urusan organisasi dan akademis juga anak muda Minang sering menorehkan prestasi. Tak ayal, tidak sedikit dari mereka yang didapuk menjadi ketua dari organisasi, salah satunya Faldo Maldini, yang menjabat sebagai ketua PPI UK.

7. Pintar mengatur finansial membuat orang Minang bertahan di perantauan


Mungkin beberapa kamu tidak sedikit yang berasumsi bahwa orang Minang tersebut pelit. Agaknya anda perlu meluruskan persepsimu satu ini. Mungkin bukan pelit guys, namun lebih untuk perhitungan. Yup, guna urusan pengeluaran orang Minang termasuk jeli dan lebih mengkhususkan prioritas. Mereka tak mau membeli sesuatu yang nggak berfaedah. Ini pun bagian dari teknik mereka menghargai jerih payah mereka dalam menggali nafkah.

8. Meski menetap di ranah rantau, banyak sekali orang Minang tetap aktif melestarikan kebiasaan Minangkabau. Misalnya mahasiswa yang turut aktif berkesenian di UKM Minangkabau di kampus mereka


Buat anda yang masih mahasiswa, barangkali sering iri dengan himpunan mahasiswa Minang yang begitu solid dan rutin menyelenggarakan event. Meski mereka merantau jauh dari tanah kelahirannya, mereka masih setia melestarikan kebiasaan mereka. Salah satunya dengan menyelenggarakan pementasan seni Minangkabau di kampus mereka. Ibaratnya mereka menjadi duta kebiasaan Minangkabau di tanah rantau. Wah, salut deh sama mahasiswa Minang.

Dengan prinsip-prinsip di atas, nggak heran deh orang Minang, khususnya anak mudanya dapat sukses menaklukan tanah rantau. Buat anda yang bukan orang Minang sekalipun, prinsip hidup mereka ini pantas banget untuk anda terapkan.

Share on Google Plus

About Theo Kinan

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments :

Post a Comment